Search this blog


Bermimpilah besar karena Rajamu besar...Anak Kerajaan tidak takut dengan kata orang, tetapi melekatkan hatinya pada Sang Raja...Bukan engkau yang hebat, tetapi Rajamu yang hebat

Ada seorang ayah yang mempunyai seorang anak. Ia sangat menyayangi anaknya. Suatu hari si anak diajaknya keluar naik mobil. Di tengah jalan, si anak melepas seat belt-nya karena merasa sangat gerah. Ayahnya meminta berkali-kali untuk anaknya agar memakainya kembali, tapi si anak menolak.

Dan ketika sampai di sebuah tikungan, tiba-tiba muncul sebuah sepeda motor yang menyebabkan mobil mereka harus mengerem dengan sangat mendadak. Ayahnya selamat, sedangkan anaknya terlempar keluar melalui kaca depan dengan kepala terlebih dahulu membentur aspal.

Langsung saja anak itu dilarikan ke rumah sakit. Si anak menderita gegar otak yang cukup parah dan akhirnya harus buta, bisu dan tuli. Si ayah hanya bisa memeluknya sambil menangis. Karena anaknya tidak akan bisa mendengar, tidak akan bisa melihat dan tidak akan bisa berbicara lagi dengannya.

Apakah saat ini hubungan kita dengan TUHAN seperti hubungan ayah dan anak itu? Ketika TUHAN mengingatkan kita untuk memakai seat belt itu, apakah kita juga akan melepasnya karena dirasa terlalu ketat dan menyulitkan?

Padahal, tahukah kita kalau TUHAN sedang menjauhkan kita dari sesuatu yang berbahaya? Seandainya kita selalu berkomunikasi dengan TUHAN lewat doa-doa kita setiap hari, kita akan bisa tahu alasan mengapa TUHAN sedang melarang kita. Karena semua rancangan dan larangan TUHAN akan terbukti baik buat kita dan akan menjadi indah pada waktunya!

0 komentar:

Posting Komentar