Search this blog


Bermimpilah besar karena Rajamu besar...Anak Kerajaan tidak takut dengan kata orang, tetapi melekatkan hatinya pada Sang Raja...Bukan engkau yang hebat, tetapi Rajamu yang hebat

PROFIL DUPAWANGI

Tuaian memang banyak, tapi pekerja sedikit (Matius 9:37), pernyataan tersebut pernah dikemukakan oleh Tuhan Yesus sekitar 2000 tahun yang lalu. Sebenarnya Tuhan Yesus ingin mengungkapkan perasaannya tentang suatu fakta yang sesungguhnya telah terjadi disekitarNya. Banyak tuaian disekitar kita, tapi masalahnya adalah tidak tersedianya orang-orang yang berkualitas seorang pekerja sesuai harapanNya. Seorang pekerja yang punya komitmen, rela membayar harga, setia, senang diajar, memiliki watak baik dll. Kualifikasi pekerja yang demikianlah yang sebenarnya diharapkan muncul diantara orang-orang yang telah percaya kepadaNya. Itulah kebutuhan dunia saat ini yang sedang menanti di hadapan kita, kekurangan pekerjaNya. Kita menyadari tidaklah mudah untuk menemukan orang-orang yang seperti diharapkanNya. Seperti kata firman Tuhan, orang yang setia siapakah yang menemukannya.

Dupawangi adalah sebuah organisasi pelayanan yang berdedikasi untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, dengan model pendampingan. Sifat dari wadah ini adalah inter denominasi. Dupawangi dibentuk pada bulan November 2005, dimulai dengan pertemuan beberapa anak muda dari BYC Pedan – Klaten dengan beberapa “alumni” BYC di luar kota, dimana waktu itu disepakati untuk membuat sebuah wadah sebagai sarana komunikasi bagi BYC dan “alumni”-nya, yang kemudian diberi nama Dupawangi. Dupawangi diambil dari kata Dupa yang berarti Kemenyan, yang digunakan sebagai sarana penyembahan kepada Tuhan dan Wangi yang berarti Harum. Jadi, kita berharap lewat wadah ini kita dapat mempersembahan kehidupan dari pribadi-pribadi yang berkenan kepada Allah, setiap orang yang kehidupannya pernah “dipengaruhi” oleh wadah ini menjadi dupa yang harum bagi Tuhan, menjadi persembahan yang hidup bagi Tuhan, seorang pekerja yang unggul.

Pelayanan utama wadah ini adalah melaksanakan Amanat Agung Kristus melalui pekerja-pekerja Kristus yang siap menjadi pembuat murid, atau pelipatganda, yang memiliki ciri-ciri :

1. Hidup untuk memberkati orang lain.

Melihat orang lain mencapai impiannya, membangkitkan sukacita yg sama dengan atau bahkan lebih dari, ketika ia mencapai impiannya sendiri.

2. Percaya pada orang
3. Tahu bahwa ada yang akan berhasil dan ada yang akan gagal.
4. Bersedia menanggung kerugian, selain memetik keuntungan.
5. Menyembuhkan, bukan melukai orang.
6. Menjadikan Allah dan manusia sebagai prioritas.
7. Memberi ijin dan melepaskan orang dalam pelayanan.
8. Membuka hidupnya sebagai contoh bagi orang lain.
9. Tidak berusaha mengontrol dan memanipulasi orang.
10. Memimpin dengan memberi motivasi, bukan intimidasi.
11. Punya visi dan menanamkan pada orang-orangnya.
12. Memiliki integritas, orang mempercayainya.

Berangkat dari apa yang sudah disepakati bersama yaitu “Menjadi Pekerja yang unggul untuk membangun generasi berikutnya yang berkualitas” (Yoh 12:24), kita berdoa untuk Visi, panggilan dan nilai-nilai yang akan kita jalankan. Maksud ‘Panggilan’ adalah misi yang harus kita jalani sebagai panggilan Tuhan bagi kita. Sedang ‘Nilai-nilai utama’ adalah motivasi pokok yang tertulis di dalam hati kita. Nilai-nilai ini mendefinisikan siapa kita dan meresapi setiap hal yang kita lakukan. Nilai-nilai ini perlu diajarkan dan diterapkan, didalam cara yang menjaganya tetap segar. Dan akhirnya, ‘Visi’ adalah suatu kesan akhir jika kita dengan setia mengejar panggilan kita. Ini adalah doa kita. Visi ini lebih merupakan suatu gambaran yang deskriptif daripada definitif.

VISI

Mendorong gerakan yang begitu hidup dari Injil, yang di topang dengan doa yang kuat. Gerakan ini memiliki karakteristik: Hati untuk pribadi seutuhnya... suasana kasih karunia yang nyata... belas kasih kepada yang lemah dan menderita... kesatuan yang menuntut kerelaan berkorban... menerima keragaman... saling ketergantungan dengan yang lain di dalam keluarga Allah yang lebih luas...pria dan wanita yang diubahkan melalui ketaatan total kepada Kitab Suci sebagai Firman Tuhan.


Pekerja-pekerja dan para pemimpin bermunculan, dengan kerinduan yang semakin bertambah-tambah untuk Yesus Kristus. Orang-orang awam di dalam setiap langkah kehidupannya, dengan sukacitanya menunjukkan kehidupan yang berintegritas. Mereka hidup sebagai orang yang penuh buah di antara mereka yang terhilang. Ada ketekunan di dalam menghadapi kesusahan dan penderitaan. Injil menyebar secara alami dan penuh kuasa, melalui orang percaya yang membagikan Kristus... pribadi ke pribadi... keluarga kepada keluarga.


Para pemimpin dari gerakan ini, terus dikembangkan dan diberdayakan untuk pelayanan Allah, hidup dalam komitmen yang semakin besar kepada keserupaan Kristus. Mereka bergantung kepada Roh Kudus. Sebagai orang tua rohani mereka memberi teladan dalam menolong generasi pemimpin-pemimpin baru dalam komunitas mereka.


PANGGILAN

Untuk memajukan Kabar Baik dari Kristus dan Kerajaan-Nya di dalam setiap komunitas melalui keturunan rohani dari para pekerja yang hidup dan memuridkan di antara orang-orang yang memerlukannya.


NILAI-NILAI UTAMA

* Kerinduan yang besar untuk mengenal, mengasihi dan menjadi serupa dengan Yesus Kristus.
* Kebergantungan kepada pimpinan dan kuasa Roh Kudus.
* Iman yang penuh pengharapan dan doa yang tiada henti-henti yang berakar di dalam janji-janji Allah.
* Pekerja Kristus yang menjadi pengurus yang baik dan bukan pemilik pelayanan.
* Keberhargaan dan nilai dari setiap pribadi.
* Kasih dan kasih karunia yang nyata di antara kita di dalam komunitas/masyarakat.
* Kerjasama dan Hubungan yang saling bergantung di dalam tubuh Kristus dalam memajukan Injil.


BAHAN-BAHAN

Untuk menggenapi panggilan, Dupawangi mengadakan metode pembinaan pribadi ke pribadi melalui bahan – bahan yang sudah di siapkan dan penghafalan ayat bertopik, biasanya diajarkan melalui Pemahaman Alkitab dengan kelompok-kelompok kecil atau pada acara-acara pertemuan yang lebih besar/persekutuan dan hasilnya memberi kontribusi yang besar dalam pelayanan Dupawangi, khususnya dalam pemerlengkapan dan pengutusan pekerjaNya, bagi pelayanan diantara masyarakat, siswa, penjangkauan komunitas-komunitas dan beberapa orang menjadi pekerja-pekerja kunci di gereja-gereja lokal.